Jalan Gatot Subroto No.56, Sukaraja, Bumi Waras, Bandar Lampung 35226
0721-5609040

Mengawal Performa Kawasan Berikat PT Great Giant Pineapple

Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat lakukan kunjungan, Monitoring dan Evaluasi.

Di publish pada 25-08-2023 05:47:33

Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat lakukan kunjungan, Monitoring dan Evaluasi.
Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat lakukan kunjungan, Monitoring dan Evaluasi.

Kawasan Berikat merupakan salah satu bentuk fasilitas fiskal yang saat ini dianggap penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Fasilitas ini memungkinkan perusahaan untuk mengimpor, menyimpan, dan memproses barang dengan mendapatkan penangguhan bea masuk dan pajak dalam rangka impor. Di tengah pentingnya peran fasilitas Kawasan Berikat bagi perekonomian, peran pengawasan yang efektif tetap diperlukan guna memastikan segala aktivitas berjalan sesuai kaidah dan aturan yang berlaku. Inilah fungsi Industrial Assistance dan Trade Facilitator dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Bea Cukai (Kanwil Bea Cukai) Sumatera Bagian Barat di Provinsi Lampung.

Pada Kamis, 24 Agustus 2023, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, Estty P. Hidayatie, Ph.D melakukan kunjungan kerja serta Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Kawasan Berikat milik PT Great Giant Pineapple yang terletak di Kec. Terbanggi Besar, Kab. Lampung Tengah.

PT Great Giant Pineapple (PT GGP), sebuah perusahaan Hortikultura percontohan di Indonesia yang bergerak di bidang agribisnis dan ekspor buah nanas dan hasil hortikultura lainnya, telah memanfaatkan fasilitas kepabeanan di kawasan berikat untuk mendukung kegiatan operasionalnya. Monev ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua aktivitas yang dilakukan perusahaan tersebut berjalan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Direktur Corporate Affairs Great Giant Pineaple, Welly Soegiono memulai sesi dengan pemaparan tentang potensi besar yang dimiliki industri pertanian, khususnya dalam hal produk-produk pertanian seperti nanas, pisang, tapioka, dll. Disamping itu, beliau juga menyebutkan beberapa tantangan yang dihadapi, seperti regulasi yang kompleks, birokrasi berlebihan, dan hambatan dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan ekspor.

“PT GGP sudah menjalin kerja sama dengan Bea Cukai dalam konteks kepabeanan sejak Tahun 2005 saat mendapat fasilitas Kawasan Berikat pertama kali. Sejauh ini kerja sama dengan Bea Cukai sudah sangat baik dan sangat membantu. PT GGP tidak hanya membina Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tetapi juga pembinaan terhadap koperasi di di wilayah Provinsi Lampung dengan pendampingan guna menghasilkan kualitas panen yang sama dengan kualitas pabrik. Hal ini diharapkan agar para petani tidak perlu lagi menyertai sertifikasi untuk ekspor produknya mengingat sudah memiliki kualitas yang setara dengan pabrik” ujar Welly.

Selanjutnya, Estty menjelaskan berbagai langkah yang telah diambil untuk memberikan fasilitas kepabeanan dalam rangka mendukung perdagangan internasional dan memberikan bantuan kepada industry dalam negeri.

“Melihat keadaan sekarang, sesuai dengan mandat Menteri Keuangan bahwasanya kita, Bea Cukai perlu turut mendorong agar UMKM maju/meningkat. Kami melakukan upaya-upaya dalam menyederhanakan prosedur kepabeanan dan memfasilitasinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku” sambut Estty.

Diskusi yang berlangsung antusias ini menggambarkan komitmen kedua belah pihak untuk menciptakan sinergi yang nyata. PT. GGP menyampaikan untuk berkontribusi dalam perumusan kebijakan yang mendukung perdagangan pertanian. Sementara itu, Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat menegaskan kesiapannya untuk merespons kebutuhan industri dan merancang solusi yang akan mengurangi hambatan perdagangan internasional.

Sebagai rangkaian dari kunjungan kerja Kanwil Bea Cukai Sumatera Barat ke PT GGP, Estty beserta petugas Kanwil Bea Cukai Sumatera Barat melihat langsung operasional perusahaan ini, yakni pabrik pengolahan dan kebun nanas. Kunjungan ini memberikan wawasan tentang rantai pasokan secara keseluruhan, mulai dari budidaya hingga pengolahan. Jajaran Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat memiliki kesempatan untuk melihat proses budidaya nanas dan metode pengolahan canggih yang digunakan perusahaan.

Kunjungan ke kebun nanas memungkinkan petugas untuk melihat praktik pertanian berkelanjutan, yang sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap metode produksi yang ramah lingkungan. Selain itu, kunjungan ke pabrik memperlihatkan kemajuan teknologi yang memungkinkan PT GGP mempertahankan kualitas produk dan memenuhi standar internasional.

Kunjungan Monitoring dan Evaluasi yang dilakukan oleh Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat ke Kawasan Berikat PT GGP menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui praktik perdagangan internasional yang efisien. Dengan memastikan fasilitas kepabeanan yang diberikan digunakan secara efektif, Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat berkontribusi pada kemakmuran bisnis individu dan ekonomi secara lebih luas. Pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta ini adalah contoh nyata kekuatan fasilitasi kepabeanan yang efektif dalam mendorong kemajuan ekonomi nasional.



Isikan nama, email dan komentar Anda