Jalan Gatot Subroto No.56, Sukaraja, Bumi Waras, Bandar Lampung 35226
0721-5609040

Kanwil Bea Cukai Sumbagbar Raih Penghargaan Tribun Lampung Award 2023

Di publish pada 24-08-2023 02:46:55

Kanwil Bea Cukai Sumbagbar Raih Penghargaan Tribun Lampung Award 2023
Kanwil Bea Cukai Sumbagbar Raih Penghargaan Tribun Lampung Award 2023

BANDAR LAMPUNG – Rabu, 23 Agustus 2023, Media Massa Tribun Lampung memberikan penghargaan kepada Kanwil DJBC Sumbagbar Karena perannya dalam mendukung ekspor produk lokal. 
Penghargaan ini diberikan pada ajang Tribun Lampung Award 2023 sebagai apresiasi atas peran Kanwil DJBC Sumbugbar dalam mendukung upaya ekspor produk hasil olahan usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Lampung.

Produk lokal yang dimaksud adalah rumput laut olahan UMKM asal Kabupaten Tanggamus, Lampung. 
Beberapa waktu lalu, Bea Cukai Lampung melepas perdana ekspor olahan berupa rumput laut ke Vietnam. Rumput laut tersebut di produksi oleh UMKM yang berlokasi di Tanggamus, Lampung. Ekspor Rumput laut ke Vietnam tersebut bernilai Rp 298 Juta.


Pelepasan ekspor rumput laut tersebut dilakukan di Unit Terminal Peti Kemas (UTPK) Pelabuhan Panjang, pada hari Kamis, tanggal 15 Juli 2023. 
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, Estty Purwadiani Hidayatie menjelaskan bahwa rumput laut yang di ekspor perdana ke Vietnam tersebut merupakan hasil olahan dari sejumlah pelaku UMKM yang berlokasi di Desa Karang Ayu Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus 
Pelaku UMKM tersebut mengolah rumput laut dari produk bahan mentah menjadi bahan setengah jadi, Selanjutnya, olahan rumput laut yang akan diekspor tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan cat dan kosmetik kecantikan.

 
“Total bobot olahan Tumput laut ini sebesar 26 metrik ton terangkut dalam satu kontainer”, tutur Estty.
Estty melanjutkan, dengan total bobot ekspor tersebut, nilai devisa ekspor yang bisa dihasilkan yaitu sebesar Rp 298.936.000. 
Estty melanjutkan pelaku UMKM yang produk olahannya diekspor dalam kesempatan tersebut adalah bukan dari pelaku UMKM mandiri dan besar, melainkan UMKM yang bersifat rintisan yang identik sulit untuk mendapat pasar ekspor.


Adapun, pemenuhan bobot pasar ekspor disampaikan Estty dilakukan dengan menggaet beberapa pelaku UMKM yang bersama pula dengan ekspotir. 
"UMKM yang didampingi adalah UMKM rintisan, dengan kita libatkan juga unit eksportir, serta lembaga vertikal lainnya", tutur Estty. 


Estty menyebut, Bea Cukai Sumbagbar akan terus konsisten untuk mengemban fungsi Trade asiliator dan Industrial Assistance untuk memberikan fasilitas perdagangan luar negeri dan mendukung industri dalam negeri.
“Melalui ekspor perdana ini, diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya dalam meningkatkan kapasitas dan berujung pada ekspor yang berkesinambungan”, sambung Estty.



Isikan nama, email dan komentar Anda